Aku masih mengingatnya
Mungkin kau tak lagi
Ketika kita bergenggaman tangan
Dibalik rinai hujan sore itu
Kau labuhkan kepedihanmu padaku
Kurasakan sakit yang sama
Kupeluk kau
Ku bisikkan “semua akan baik-baik saja”
Ini hanyalah episode hidup yang harus dijalani
Dan akan segera berganti dengan episode hidup yang lain
Lalu tangismu pun terhenti
Hari berganti……waktu berlalu
Ku ingat betapa kita selalu menyatu
Saat itu
Saling menghibur
Saling menguatkan
Saling mengisi
Saling memberi
Dan ada satu masa
Yang takkan pernah hilang dari ingatan
Saat kubiarkan kau
Menjadi laki-laki
Dan kau biarkanku
Menjadi perempuan
Berdua kita meraih bulan dalam pelukan
Meniti setiap jengkal gairah
Dalam asmara yang tertahan
Dan kita sadar………
Bahwa kita tak saling mencintai
Itu pasti
Kutahu hatimu….bukan untukku
Dan hatiku….miliknya
Tapi rasa itu
Kebersamaan itu…
Kisah-kisah itu
Apa namanya?
Untaian cerita yang hiasi hidup kita
Buatku berpikir bahwa kita takkan terpisah
Bersama di lahan ini kita kan bangun gedung tinggi
Dan lapangan bola yang luas untuk anak-anak kita kelak
Tapi aku salah
Kau singgah ke bumi yang lain dalam sekerlip mata
Tanpa pernah ku tahu
Tanpa pernah ku menyadarinya
Dan kini petak sawah yang kau tinggalkan itu
Perlahan mengering
Bulir-bulir padi yang hampir masak
Luruh ke tanah
Batang-batang padi yang hijau ranum itu
Mulai meranggas
Tanah ini kan segera retak dan tandus
Dan aku masih berdiri disini
Dengan satu tanganku
Satu kakiku
Sebelah jiwaku
Aku berharap matahari menelan tubuhku
Dan menyudahi kesakitan ini
Gamping Yogyakarta………….hujan deras di 9 Januari 2008
Januari 9, 2009 pukul 8:59 am |
wuiihhh…bikin treyuh mbaaa…
bagus bgt tulisanya! asli bikinan sendiri?
kekkekeke
nuwun.
Januari 9, 2009 pukul 9:08 am |
Buat jeng Ida…iya lah asli bikinan sendiri. hasil pergumulan batin hehehehe…sering-sering kesini ya Jeng…